Kelurahan Manisrenggo merupakan salah satu wilayah yang memiliki nilai
historis dalam perkembangan Kota Kediri. Keberadaannya telah tercatat sejak
zaman dahulu, di mana Manisrenggo berstatus sebagai sebuah desa dengan
kehidupan masyarakat yang masih sangat tradisional dan kental dengan nilai-nilai
budaya lokal. Masyarakat pada masa itu sebagian besar menggantungkan hidup dari
sektor pertanian dan kegiatan ekonomi sederhana yang mencerminkan pola hidup
desa.
Perubahan besar terjadi pada tahun 2002, seiring dengan kebijakan
Pemerintah Kota Kediri yang menetapkan transformasi seluruh desa di wilayah kota
menjadi kelurahan. Kebijakan ini bertujuan untuk meningkatkan efisiensi dan kualitas
pelayanan publik serta mendorong percepatan pembangunan berbasis wilayah
perkotaan. Dengan demikian, Desa Manisrenggo resmi berubah status menjadi
Kelurahan Manisrenggo. Transformasi ini membawa dampak signifikan dalam sistem
pemerintahan dan tata kelola administrasi yang semakin modern dan responsif
terhadap kebutuhan masyarakat kota.
Nama Manisrenggo sendiri memiliki makna historis dan simbolis yang
menarik. Kata "Manis" merujuk pada keberadaan pabrik gula di daerah Polaman,
yang pada masa lalu menjadi pusat industri penting serta penggerak ekonomi
masyarakat setempat. Sementara itu, kata "Renggo" berarti tempat atau kedudukan,
melambangkan posisi strategis wilayah ini dalam struktur geografis Kota Kediri.
Gabungan kata tersebut mencerminkan identitas wilayah yang manis secara sosialekonomi sekaligus memiliki posisi penting dalam konteks pembangunan daerah.
Dalam perjalanan pemerintahannya, Kelurahan Manisrenggo telah dipimpin
oleh beberapa tokoh yang memiliki peran besar dalam mengawal perubahan dan
perkembangan wilayah. Kepemimpinan pertama dipegang oleh Bapak Supangat,
kemudian dilanjutkan oleh Bapak Matbari, dan Bapak Suhadak. Menjelang era
reformasi, jabatan lurah diemban oleh Bapak Drs. Bambang Suprianto, yang dikenal
sebagai tokoh penting dalam proses transisi Manisrenggo menuju kelurahan.
Bahkan, saat perubahan status menjadi kelurahan pada tahun 2002, beliau masih menjabat sebagai lurah.
Kepemimpinan berikutnya dijabat oleh Bapak Suratman,
sebelum akhirnya kembali dipegang oleh Bapak Drs. Bambang Suprianto.
Sejak menjadi kelurahan, Manisrenggo terus mengalami perkembangan yang
signifikan dalam berbagai aspek. Berbagai program pembangunan yang berorientasi
pada peningkatan kesejahteraan warga telah dilaksanakan, seperti perbaikan
infrastruktur, peningkatan kualitas pelayanan publik, dan pemberdayaan ekonomi
masyarakat. Selain itu, sektor pendidikan, sosial, dan budaya juga turut mengalami
kemajuan yang berkelanjutan, seiring dengan dinamika Kota Kediri sebagai kota
yang terus berkembang.
Dan pada Bulan Oktober 2025 tonggak kepemimpinan Kelurahan Manisrenggo berganti dari bapak Bambang Supriyanta ke tangan Bapak David Hendra Mawan Adhiwibowo sampai saat ini.